Monday, October 19, 2015

Cinta dan Kesetiaan

Jujur, ini adalah kalam luah rindu. Buat mereka yang paling dekat, sehingga mereka yang paling jauh. Buat yang pernah dilihat dan tidak kan mampu dilihat. Buat yang disayangi dan dikasihi, buat seluruh dunia.

Ingat tak dulu kawan-kawan, waktu kita bersengkang mata duduk sehingga jam 1-2 pagi semata-mata untuk plan perjalanan daurah adik-adik. Waktu kita sama-sama crack fikir macam mana nak cater batchmates and bawa mereka semakin dekat dengan kita - agar terpercik juga cinta Allah yg kita membuak-buak rasa, bukan semakin mencipta jurang antara budak 'usrah' dgn mereka yg lain. Waktu kawan-kawan risaukan kita dan suruh kita tinggalkan jalan nih, waktu mak ayah kata fokus study tak perlu nak ikut program, waktu cikgu pandang serong kita lambat hantar IA. Tapi kita tetap pergi program; daurah, usrah, jaulah, syuro, kita cuba hadir. Dan pada masa yang sama, kita bertarung habis-habisan dengan diri kita - melawan nafsu dan syaitan yg membisikkan kita untuk kembali kebelakang, lari, hilang, takyah duduk dah dengan orang-orang nih. Bila mana label 'usrah' dicanang-canang sebagai ekstrem, bila kita sendiri terpedaya dan hanyut dibuai arus norma kehidupan jahiliyah. Ingat tak lagi kawan-kawan?

Ingat tak lagi waktu kita tidur di Masjid Putra bertemankan akhwat kiri kanan, didalam rumah Allah yang begitu tenang. Walau sibuk dan gundah dengan pelbagai ujian, kita rasa cukup gembira dalam tiupan ketenangan angin kipas  yang kadang-kadang kena, kadang-kadang tak dirasa pun langsung. Kita makan dalam talam, kita bergurau di taman UKM, kita tolong kakak naqibah memasak waktu daurah, kita picit kawan sebelah sebab tersengguk-sengguk waktu pengisian. Best kan? 

Bila fikir balik, banyaknya ujian dan kegembiraan yg Allah bagi kepada kita. Kenapa ye kita susah-susah ikut jalan tarbiyyah nih? Boleh je kan untuk kita duduk di rumah seperti orang biasa. Boleh je kan untuk kita bersenang lenang browse Amazon, Ebay, Online Shops, IGs dan pilih barangan apa yang kita nak untuk belanja diri sendiri bulan ni. Boleh je kan untuk kita terus menonton drama kegemaran kita dan hanyut dengan movie marathon pada hujung minggu. Boleh je. Pilihan itu ada. 

Tetapi kenapa ye susah-susah?
Kenapa ye nak sangat merantau jauh-jauh nak dengar pengisian 3 jam yang boleh je dgr online tanpa gangguan at the comfort of your home?
Kenapa ye nak sangat pergi ajak orang yang nampak macam nak tak nak je kenal Islam dan penciptaNya?
Kenapa ye susah payah tukar imej, jadi ustazah pilihan pakai baju labuh semua ye?
Kenapa ye memilih untuk jadi lain daripada yang lain dan sanggup menahan jarak beza minda dan fikrah ye?
Kenapa ye sanggup letakkan diri dihadapan untuk dihukum oleh pandangan manusia yang hanya tahu mencari keburukan dalam perubahan diri?

Kenapa? Why?













Jawapannya...
Adalah CINTA.

Kerana kawan, teman, sahabat,
Kita buat semuanya kerana cinta.
Inilah bukti cinta kita kepada Allah, inilah bukti kesetiaan cinta kita kepada Dia.
Inilah bukti cinta kita pada Rasulullah, pada dakwah baginda, pada aspirasi baginda.
Inilah bukti cinta kita pada umat, pada mak ayah kita, pada adik beradik kita, pada guru-guru kita, pada kawan-kawan kita yang lain.

Kita nak masuk syurga, kita nak jumpa Allah dan Rasulullah, kita nak bawak semua orang masuk syurga. Manakan mampu cinta itu dibuktikan tanpa pengorbanan, tanpa cubaan berkali-kali walau gagal, tanpa usaha sehabis baiknya. Syurga itu bukankah tingkatan yang terlalu tinggi jika mahu dicapai dengan ala kadar sahaja.

Dakwah ini adalah cinta, dan kita hanyalah manusia biasa. Salah silap itu suatu lumrah, kita kan terus belajar sentiasa sehingga akhir hayat. Tetapi jangan pernah kita putus asa; terhadap diri sendiri, terhadap orang sekeliling, terhadap binaan-binaan kita, terhadap dunia, terhadap rahmatNya. Marilah ambil contoh kesetiaan cinta Rasulullah yang mana hampir segalanya ditarik oleh baginda tetapi tidak pernah ia berhenti mencintai dan membuktikan kesetiaan cintanya pada Allah.

Jujur, aku rindu kalian semua. Aku rindu Rasulullah dan para sahabat. Aku rindu pada Allah.

Jujur, aku mahu jua kalian memahami kegembiraan ini. Kemanisan bersama semata-mata kerana Dia. Kemanisan mengetahui hakikat kehidupan dunia untuk capai akhirat sana, kemanisan berjuang mencapai redhaNya. Kawan, sudah-sudahlah tutup mata dan melarikan diri ye. 

Ayuh kita nyalakan obor kita, dan sama-sama melangkah membuktikan kesetiaan cinta padaNya.

:')

Sunday, October 11, 2015

Perkhabaran dari Jauh


If there's one thing that I'd like to say to them was how I miss them so much and how wonderful it would be to have them around, just present nearby.

If there's one thing that I'd like to say to her was how I miss her laughter and funny smile, her annoying nags and her careful wisdom. I'd pray for her well-being and comfort in that life; a life I am certain to be a part of sooner or later.

If there's one thing that I could convey was how lucky and blessed I am to be granted such wonderful educators - some being relatives near and far, some being total strangers that entered my heart and left a mark so deep it rendered impossible to ever be erased.

Being here so far away from home, puts alot of things into perspective. Being here so far away from comfort, allows me to not only progress but also grow with the surroundings never allowing it to dampen the fire burning to reach mardhatillah. 

Ya Rabb, I am truly blessed with the many gifts You have bestowed upon my weak self. I am far from perfection yet You continue to bless me, providing sustenance and ease throughout all that I had to endure.

If there was one thing I could do for the ummah, I would continue on this path and spread His love and kindness in the things I do. Aiming high to bring back our beuatiful Islam - Rasulullah's message of peace from Allah, to the entire world.

Doakan ye?

Friday, October 9, 2015

True capabilities

Salam alaikum. 

Been a while since I've written here. Ages probably, dust accumulating everywhere - if my blog was a solid object that has been stored at the end of the room. Currently am trying to lay out priorities, probabilities and methods of managing life. It's one of the easiest past time I have for it takes only my conscious brain to map out the many things I'm thinking of though it takes alot of glucose to be processed in order for sufficient energy allocation to the numerous parts of my brain.

Now this is a message I'm sending firstly to myself and to everyone living on earth secondly,

"You will never know how strong you can be unless you challenge yourself to the extreme."

Being cautious is good but moving away from our area of comfort allows us to explore the world and experience a multitude of strengths we never thought we have. The adventure in discovering our inner capabilities holds more than just personal satisfaction, it brings about an amazing spiritual journey back to Allah.

*senyum*

I am genuinely speaking from experience and again, have been test countless times by Allah about this stand I have. And I believe Allah will keep on testing me till my last breath because that is what this world is made for, a test for the believer. So that we'd anticipate the hereafter, a place so serene and tranquil it will definitely beat the scenery of hot air balloons in Cappadocia.

Fafirru ilallah. Fasabrun jameel. Fastabiqul khairat. Fatawakkal alallah.

Because with Allah, we really are capable of the impossible. :)


Sunday, August 16, 2015

Pernahkah

Pernahkah kau sudah terlalu lelah mengulangi dosa kecil, yang mana ia hampir memberi manifestasi kepada dosa besar?

Teman
Jika tiada keberatan
Mohon doakan aku?

Monday, August 10, 2015

Keteguhan

At-Taubah, 9:119

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

O you who have believed, fear Allah and be with those who are true.

Saturday, August 8, 2015

Among the many things

It's quite silly - if not annoying - how I am still trying to make ends meet between my former self with the me now, when I am already definitely aware of the distinct clear cut between what I should do and what I want to do. Every time I am face with such a dilemma, I cannot help myself but to use the idea that "People regret more not taking chances rather than making mistakes." Although this is how we picture the best method of learning to be, 'learning from your mistake' might not always be the smartest decision to make when you are conscious of the consequences your actions might bring.

I am very weak. And for the past 3 years in my life, I have made favours more than I can return them. And believe me, the prospect of asking for help when I know I can push myself harder, is never healthy in the long run. Allah countlessly reminded me of the many occasions in which I should have done A instead of doing B. That instead of my own happiness, I should do what He pleases and what better way to gain peace of mind than knowing you did what was right despite facing a temporary ache that will fade away by His will.

There is so much I wish to do, be and discover in this world. But among the many things I have encircling my mind every now and then is to follow His guidance fully - something I struggle with since day one of living. Ya Rabb, it is indeed a strenous, tiring, exhausting, painful life being here in Dunya, but I am sure that if there is any reward of comfort, luxury and ease will always, and only be, given in the Gardens of Paradise - Jannah. 

I pray all our amal are accepted, and may they be the best we can give to Him in order to even smell a tinge of what Paradise holds.

Ameen.

Thursday, August 6, 2015

Kau Tak Tahu

Kau tak tahu
Yang memakai purdah itu 
Sebenarnya lemah dalam menahan matanya dari memandang

Kau tak tahu
Yang menghafal Quran itu 
Sebenarnya mudah terjatuh dalam lubang kegelapan maksiat

Kau tak tahu
Yang memakai tudung labuh itu
Sebenarnya seringkali digoda untuk mencampakkan maruah dirinya ke tanah

Kau tak tahu
Yang memberi tazkirah itu
Sebenarnya lebih diuji percakapannya dan masa lapangnya

Kau tak tahu
Ujian mereka
Nasib mereka
Dalam cubaan mempertahankan iman yang tinggal secebis cuma

Kau cuma tahu melabel
Mengherdik
Mempertikaikan
Memandang kolot
Segala usaha mereka

Dan akhirnya mencapai konklusi
"Kau orang semua hipokrit."

Hakikatnya kami melakukan semua yang kami lakukan ini kerana kami teramatlah lemah. Tanpa bacaan Quran, kami tewas. Tanpa iringan mathurat, kami longlai. Tanpa bulatan taman sorga, kami hilang arah. Kerana syaitan itu sangat kuat bisikan dan godaannya, kerana syaitan itu sangat licik dalam setiap langkah perangnya. Doakanlah kami, doakanlah kita semua. Sudah terlalu lama syaitan jahiliyah bermaharajalela, sudah terlalu lama manusia dibiar tiada bersama.

Maafkan aku, teman dan rakan. Bukanlah aku mahu berbangga dengan tudung labuhku, bacaan Quranku, mahupun fikiran Islamiku yang serba cetek ini. Sebab jujur aku kata, ujian aku terlalu berat untuk diungkap kata-kata dan jika diluahkan, pasti seisi dunia kan menghina aku tanpa kenal erti lelah. Maka teman dan rakan, sahabatku yang ku amat kasihi keranaNya....

Doakanlah aku.

Doakanlah umat ini.

Sebagaimana nazak aku rasa imanku kini berada, lagi nazak umat yang sudah bergelumang dengan norma jahiliyah yang fana.